Pages

Ads 468x60px

Rabu, 05 Oktober 2011

Khasiat GAMAT yang Dahsyat, GAMAT bagi Kista

www.GamatCenter.com



Harga : Rp 171.000,-
Isi : 320 ml
Bentuk : Cairan Kental
Terdaftar : BPOM RI ML 23401001307 dan US FDA
 
Rosadiah tak habis pikir, keinginannya menambah anak justru berujung penderitaan. Kista, kini berada dalam rahimnya. Entah bagaimana daging itu bisa bertandang di tubuh wanita berusia 31 tahun itu. Apalagi pertumbuhan penyebab kanker itu cukup pesat, enam sentimeter dalam satu bulan. “Jika berbulan-bulan pasti membesar,” kata Diah.
Kenangan pahit itu bermula pada medio 2006. Ketika itu Diah dan suami, Cahyo, sepakat menambah keturunan setelah Angela -anak pertamanya- tumbuh semakin besar dan ingin memiliki seorang adik. Setelah berkonsultasi dengan ahli ginekologi dan obstetri, Diah diharuskan mengkonsumsi obat penyubur rahim untuk mempercepat kehamilan. Obat itu diminum satu tablet sehari. Betapa girangnya Diah, ketika siklus menstruasi yang seharusnya datang sebulan kemudian, tak juga kunjung tiba. Ia berhati-hati menjaga perut dari benturan apa pun.
Namun, kenyataan berkata lain.Tiga hari setelah siklus menstruasi lewat, Diah jatuh dari tempat tidur. Flek kecoklatan mengalir dari rahimnya. Takut terjadi hal yang tak diinginkan, ia langsung berkonsultasi ke ahli medis. Urine diperiksa untuk mengetes kehamilan. “Hasilnya negatif”, kata wanita kelahiran 4 Januari 1975 itu.
Kista
Diah yakin hari-hari sebelumnya janin pernah tumbuh di perut. Tak mau ada daging tertinggal, Diah menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Layar monitor menunjukkan ada gumpalan berukuran 6 cm di dalam tuba fallopinya. Ketika ahli medis memijat bagian tengah perut. Diah merasa nyeri tak tertahankan. Pun ketika tangan dokter menyentuh bulatan sebesar ibu jari di dalam rahim. Hal itu meyakinkan dalam tubuh Diah bersarang kista.
Kista merupakan rongga tertutup berisi cairan encer, kental, atau setengah padat yang dilapisi epitel. Sebetulnya kista kelainan yang dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, terutama di organ reproduksi seperti indung telur, leher rahim, dan rahim. Menurut dr Sidi Aritjahja herbalis di Yogyakarta, kista adalah tumor kelenjar sehingga namanya tergantung letak kelenjar. Bila tumor ada di ovarium disebut kista ovarium; di ketiak, kista axial: di payudara, kista mame.
Dr Tagor Sidabutar. SpOG dari Rumah Sakit PGI Cikini, menuturkan, kista di kandungan berasal dari indung telur. Kista ovarium membahayakan karena menyerang dan mendesak sel telur. Kista menekan indung telur sehingga nyeri. Lalu timbul perlengketan dan pergesekan di usus dan menimbulkan nyeri.
Hingga kini penyebab kista belum diketahui. ‘”Dugaan sementara, karena faktor genetik. Bila orangtuanya ada kista atau tumor, kernungkinan ia terserang kista,” kata dokter alumnus University of Paris, Perancis itu. Makanan mengandung hormon dan kolsterol -makanan cepat saji kaya hormon estrogen- juga memicu kista endometriosis. Begitu pula kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mcngandung radikal bebas. Dampaknya, menurunkan antioksidan dalam tubuh sehingga imunitas berkurang.
Pola hidup juga memicu kista. Contohnya, merokok menyebabkan perubahan genetik dalam sel. Menurut Sidi, kista terjadi karena sumbatan dan peradangan. Akibat sumbatan kolesterol pada saluran tertentu, sel-sel tumor tumbuh di tempat itu. Jika karena peradangan pada sel kelenjar terjadi sekresi berlebih. Sayangnya, gejala tidak tampak pada fisik seseorang. Oleh karena itu kista kerap ditemukan secara kebetulan lewat pemeriksaan USG.
Gamat
Yang diderita Rosadiah adalah kista ovarium. Sejak muncul kepastian itu ia diharuskan meminum 2 tablet antibiotik setup hari. lika tablet itu tidak memperkecil kista. mau tak mau operasi pengangkatan tumor harus dilakukan sebelum menyebar menjadi kanker rahim.
Sang suami yang ikut merasakan penderitian langsung menceritakan kepada ibunya, Theresia Suyatmin perihal penyakit istri. Wanita kelahiran 55 tahun silam itu langsung teringat artikel Trubus tentang teripang yang menjinakkan tumor. Theresia langsung meminta Cahyo datang mengambil herbal itu ke rumahnya. “Saya lebih suka menggunakan herbal dibandingkan obat-obatan kimia,” ujar Theresia. Sebab, obat kimia cenderung berefek samping merugikan.
Awalnya Cahyo tak setuju istrinya. menenggak herbal. Maklum efektivitas pernyembuhan penyakit dengan herbal masih meragukan farmakolog di sebuah perusahaan farmasi itu. Lantaran ibunya yang menyodorkan, mau tak mau gamat -sebutan teripang di Malaysia- menjadi jalan menuju kesembuhan. Apalagi Diah sangat takut menghadapi peralatan medis di ruang operasi. Gamat pun rutin diminum dan antibiotik dicampakkan Dosisnya 2 sendok makan per hari.
Efek gamat mulai terasa sebulan kemudian. Saat siklus haid datang, mata Diah tak berkunang-kunang atau mual dan nyeri seperti biasanya. Bahkan. ia tahu “si tamu bulanan” sudah datang. Janji dengan dokter kandungan ditepatinya pada hari kedua haid. Perneriksaan dokter diawali dengan memijat perut Diah. “Tak terasa apa-apa, sakitnya sudah hilang,” kata Diah saat itu.
Lantas dokter memeriksa langsung menggunakan tangan. Ahli medis itu terkejut, kista sudah pecah sehingga tidak lagi diperolehnya. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan tumor di rahim tinggal 2 cm. Hal itu menggembirakan ibu satu anak itu. Sebab. Diah tak perlu melakukan operasi pengangkatan. Sang dokter pun menyarankan melanjutkan konsunisi teripang untuk menuntaskan kista.
Glikosida
Keampuhan gamat mengusir tumor dibuktikan oleh Jaime Rodriguez dari Facultad de Quimica. Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol. Periset itu menguji khasiat teripang terhadap penumpasan sel kanker limpa P-388. A-549 (kanker paru-paru). HeLa (tumor rahim), dan B-18-Fl (melanoma).
Untuk mengetahui senyawa aktif yang berpengaruh, Jamie mengekstrak 300 teripang dalam metanol. Sehabis dikeringkan tersisa 79 ekstrak teripang bubuk. Ekstrak itu kemudian dimasukkan ke alat kromatografi. Diperolehlah 0.93 g glikosida. Glikosida merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tumbuhan bersifat antitumor dan antikanker.

tripang 3 Obat Kista 

Setelah dimasukkan ke alat rekromatografi DCCC, terlihat kandungan glikosida berupa 40 mg holothurinoside A ; 9 mg  holothurinoside B ;15 mg holothurinoside C ; 10 mg  holothurinoside D, dan 20 mg des-holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur segala tumor.
Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, China, menemukan senyawa antitumor lain yang disebut filinopsida A yang mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru atau angiogenesis pada set tumor. Penyuntikkan 2-10 mikroliter filinopsida A pada aorta tikus menyebakan set tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga urung berkembang dan mati.
Itulah yang terjadi pada Diah. Kista di rahininya semakin menciut lantaran tak mendapatkan makanan. Selain glikosida dan saponin, kandungan asam amino teripang yang lengkap juga memperkuat kekebalan tubuh schingga ketahanan terhadap penyakit seperti kanker dan tumor kian meningkat.

TRUBUS 447 – Februari 2007

www.GamatCenter.com

Khasiat GAMAT yang Dahsyat, GAMAT bagi Darah Tinggi

www.GamatCenter.com

Bolehkah penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) mengkonsumsi Gold-G?
Gold-G melembutkan dan melebarkan pembuluh darah, menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi kekentalan darah. Glucosaminoglycan yang terkandung dalam Gold-G juga mencegah penggumpalan darah sehingga mengurangi tekanan darah. Pengurangan konsumsi garam dalam diet akan membantu dalam mempercepat proses penyembuhan.
Bolehkan penderita tekanan darah rendah mengkonsumsi Gold-G?
Salah satu kandungan aktif yang terkandung didalam Gold-G yaitu Glucosaminoglycan dapat menurunkan tekanan darah. Pasien dengan anemia (dengan gejala tekanan darah rendah) dan orang yang mempunyai tekanan darah rendah akan mengalami mual dan sakit kepala sehingga pemakaian Gold-G harus dibawah pengawasan ahli medis.
Saya sedang mengkonsumsi obat, bisakah saya mengkonsumsi Gold-G secara bersamaan?
Gold-G merupakan ekstrak dari makanan alami yang tidak mengangdung obat sedikitpun. Pada dasarnya, Gold-G tidak bereaksi dengan obat lain. Apabila anda mengkonsumsi obat jantung, obat pengencer darah lainnya, disarankan untuk mengkonsumsi Gold-G dimulai dari takaran terendah.
Apakah Gold-G memiliki efek samping ?
Gold-G merupakan food supplement yang tidak menimbulkan efek samping. Namun dalam beberapa kasus khusus, terjadi “healing crisis” setelah mengkonsumsi Gold-G. Hal ini tergantung dari kondisi tubuh seseorang, karena beberapa orang memerlukan waktu transisi dalam proses penyembuhan sel-sel dan jaringan – jaringan yang rusak.
Apakah Gold-G cocok dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui?
Berdasarkan buku  obat-obatan Cina, Gold-G memiliki kandungan yang dapat memberikan nutrisi pada kaum wanita,  menambah darah, menguatkan perut, menurunkan panas, mengatur siklus menstruasi, membantu pertumbuhan janin dan melancarkan proses kelahiran. Tidak hanya aman, tetapi juga merupakan makanan kesehatan utama untuk wanita selama kehamilan dan menyusui.
Apakah Gold-G mengandung pemanis? Jika ya, dapatkan penderita diabetes mengkonsumsi Gold-G?
Gold-G mengandung sorbitol yang merupakan pemanis alami. Sorbitol merupakan pemanis yang direkomendasikan untuk penderita diabetes. Pada beberapa kasus penderita diabetes, khasiat penyembuhan Glycosaminoglycan pada Gold-G telah terbukti dimana kadar gula darah  menjadi normal dan kondisi kesehatan penderita meningkat. Penggunaan Sorbitol pada Gold-G sangat sedikit yaitu hanya 2%. Tujuannya adalah hanya untuk memperbaiki rasa.
Apakah Gold-G dapat membantu penyembuan kanker?
Beberapa penelitian membuktikan bahwa Gold-G memiliki kandungan aktif yang efektif (saponin dan mukopolisakarida) untuk memperkuat system kekebalan tubuh dan mengurangi efek samping yang disebabkan oleh kemoterapi dan terapi radiasi. Gold-G menjadi makanan kesehatan yang utama bagi penderita kanker
Apakah Gold-G aman dikonsumsi untuk orang yang menderita gagal ginjal atau nephritis?
Angka kecukupan protein yang dianjurkan oleh WHO adalah 63 gr untuk pria dewasa dan 50 gr untuk wanita dewasa. Konsumsi 2 sendok makan (20ml) Gold-G mengandung 3-4 gr protein. Dengan demikian dosis yang direkomendasikan tidak akan membebani kerja ginjal.penelitian telah membuktikan manfaat Gold-G dalam memperkuat semua fungsi ginjal.
Bolehkan orang yang alergi terhadap seafood mengkonsumsi Gold-G?
Orang yang memiliki alergi biasanya memiliki system kekebalan tubuh yang lemah, yang ditunjukkan dengan timbulnya  reaksi alergi. Setelah proses penyesuaian tubuh, orang tersebut dapat melanjutkan konsumsi Gold-G tanpa reaksi alergi sedikitpun
Dapatkan Gold-G menggantikan suplemen bagi penderita arthritis ?
Suplemen arthritis yang terkenal di pasaran mengandung glucosamine sulfate dengan dosis yang dianjurkan 500 mg. konsumsi Gold-G dengan dosis 2 sendok makan (20 ml) mengandung 5 gram ekstrak gamat/teripang laut yang mengandung glucosamine dan chondroitin yang telah terbukti berkhasiat dalam penyembuhan arthritis. Selain itu, juga mengandung vitamin dan mineral. Dari segi aspek gizi, Gold-G merupakan makanan kesehatan yang lebih efektif untuk pasien arthritis.

Cara Konsumsi untuk pengobatan Darah Tinggi : Minum 4  sendok makan 3x sehari (sesudah makan)

www.GamatCenter.com

Khasiat GAMAT yang Dahsyat, GAMAT bagi Psoriasis

www.GamatCenter.com
Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit di mana penderita mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang dalam jangka waktu lama atau kambuhan dalam waktu yang tidak menentu. Penyakit ini secara klinis bersifat tidak mengancam jiwa dan tidak menular. Akan tetapi, penyakit ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu kekuatan mental penderita bila tidak dirawat dengan baik.



Di Indonesia, para penderita psoriasis mempunyai perkumpulan tersendiri yaitu Komunitas Peduli Psoriasis Indonesia (KPPI) yang bernaung dibawah Yayasan Peduli Psoriasis Indonesia (YPPI). Hari Psoriasis Nasional diperingati setiap tanggal 29 Oktober, bersamaan dengan Hari Psoriasis Sedunia.
Psoriasis adalah problem kulit yang tidak mudah disembuhkan. Pada umumnya psoriasis dapat kambuh dan jika daya tahan tubuh tidak bagus, psoriasis dapat berakibat penderita tidak dapat melakukan aktifitas sehari – hari dikarenakan sekujur tubuh menjadi seperti luka bakar, berair dan ruam memerah. Dengan minum 4-5 kali sehari 3 sendok makan @10ml dan dioles Gold-G setiap 1 jam maka kondisi penderita cepat terbantu, menjadi lebih baik dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Cara Konsumsi untuk pengobatan Psoriasis :
Minum 4 sendok makan 3x sehari (sesudah makan)
Oles pada luka setiap 1 jam sekali

www.GamatCenter.com

Senin, 18 April 2011

Puisi Cinta Suamiku 2

ini puisi kedua dari suuamiku.....sebenernya ngasihnya bareng sama puisi cinta yang pertama (liat Puisi Cinta Suamiku (1)), orang kertasnya bolak balik...hihihihihihi.....cm yang ini dia pake bahasa inggris.....yang mau tau, ni puisinya......tapi gak ada juduulnya...

what i get is more
more than i ever need
planting a seed
collecting a garden

a big step is all i've to do
to wach the sky without limit
no man can fly without a wing
a wing has come to help me fly

some years, has pass away
bringing some tears, facing the fear
no storm or wind can take me down
heading forward to promise loud

i look around to fiind higher groud
still can not see, what blocked my mind
my mighty God, please help me fly
to follow your lead to brighter sun

Puisi Cinta Suamiku I

Sebenernya aku gak pernah nyangka waktu suuamiku (waktu itu masih calon suami) ngasih tau kalo dia bikin puisi buat aku. apalagi waktu dia kasih beneran puisi itu. ternyata dia romantis juga....(pikirku waktu itu) ya...walaopun, dia ngasihnya masih dalam bentuk aslinya, maksudnya, cm pake kertas hvs biasa tanpa hiasan apapun, jadi masih dalam bentuk kaya coret coretan gitu....hiihihihihi.....tapi aku seneng sih.....seneng buanget.....ni puisinya...... (foto kertas puisinya nyusul ya...belum ada camdigg ni...)

Janji Bulan Kepada Bintang

gelap sudah tak terasa
ku termenung tanpa teman
dirimu selalu terbayang.....
tapi kadang kau menghilang

awan mendung tlah berpulang
membawa semua duka di dalam jiwa
kau datang dengan penuh senyuman
memberi kehangatan dan ketenangan

kau berkata penuh rasa sayang
memaksa hatiku bersinar terang
ku tak sanggup terangi malam
tanpa hadirmu di hadapan

malam indah kan berganti siang
hadir dirimu kan berpulang
ku selalu menunggu di setiap petang
janji bulan kepada bintang

Rabu, 06 April 2011

Belajar Tentang Antibiotika

Sekitar tahun 70-90an, antibiotik (AB) masih dianggap sebagai obat dewa. Saya ingat jaman saya kecil, tiap ke dokter pasti resepnya salah satunya antibiotik. Kayak ngga mungkin sembuh kalo ngga dapat resep AB. Mungkin bahkan kalau dokter ngga ngasih AB, pasien yang keukeuh minta diresepin AB ya.
Sampai awal tahun 2006 saat saya bepergian sama Darris ke Jakarta dan Semarang (waktu itu kami masih tinggal di Surabaya), Darris sakit batuk pilek dan demam di Jakarta obatnya masih antibiotik. Spektrum luas pun. Sayangnya pemahaman saya masih sepotong-sepotong waktu itu. Tahu bahwa AB spektrum luas tidak seharusnya diberikan, apalagi ‘hanya’ untuk batuk pilek. Tapi tidak sepenuhnya tahu kenapa dan bagaimana tatalaksana demam + batpil tanpa obat, apalagi AB.
Merunut dari asalnya, AB adalah sejenis jamur yang dapat menghambat berkembangbiaknya bakteri. AB yang pertama ini dinamakan penisilin. Seiring waktu dan perkembangan teknologi, AB sekarang ada bermacam-macam jenisnya. Berdasarkan daya ‘basmi’nya AB dibagi menjadi spektrum luas dan sempit (broad and narrow spectrum). AB spektrum luas bisa membunuh lebih banyak macam bakteri, tapi sayangnya juga sekaligus membasmi flora baik dalam usus yang membantu pertahanan tubuh. Sementara AB spektrum sempit lebih terfokus macam bakteri yang bisa dibasmi, tapi efeknya terhadap tentara tubuh juga lebih minimal.
Terbasminya flora tubuh juga membuat jamur seperti candida albicans yang sehari-harinya merupakan penghuni tetap usus kita jadi tidak terkontrol perkembangannya dan menimbulkan masalah baru di pencernaan. Gejala yang tampak biasanya adalah diare dan dalam jangka panjang perlahan-lahan daya tahan tubuh menurun. Saya pernah baca bahwa 1 hari peresepan AB = 5 hari penurunan daya tahan. Itu rupanya yang menjadi sebab kalau sering diresepkan AB maka dalam kurun waktu sebulan, sakit akan berulang. Apalagi pada anak-anak yang tanpa paparan AB pun memang ada “jadwal latihan membentuk antibodi” sekitar 8-12x tiap tahun sebelum usia 5 tahun (saya ngga suka istilah ‘sakit’ kalo anak sedang dicolek virus :D) .
Anggapan bahwa AB sebagai obat dari segala penyakit ternyata salah. AB hanya mempan pada bakteri, sebagai mana anti-fungal hanya bekerja pada jamur, dan anti-parasit pada parasit. Tidak tahu dari mana awal mulanya AB mulai dipakai sebagai obat-segala-penyakit termasuk virus. Padahal jelas, virus tidak mempan terhadap AB. Virus hanya dapat dikalahkan oleh daya tahan tubuh.
Memang, kadang penyakit seperti flu bisa ditumpangi bakteri berkembang jadi komplikasi yang perlu dilawan AB. Misalnya pada kasus radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptococcus (strep throat), dan pneumonia (radang paru). Tapi kemungkinan ini makin hari makin mengecil karena faktor lingkungan, gizi, kebersihan, dan sanitasi yang membaik. Sementara penggunaan AB yang tidak pada tempatnya malah makin hari makin meningkat. Kecepatan mutasi bakteri yang dipicu penggunaan AB secara sembarangan tidak sebanding dengan kecepatan penelitian dan produksi jenis AB baru. Sehingga makin banyak bakteri yang bermutasi menjadi lebih kuat dan beberapa sudah masuk dalam level resistan terhadap semua AB yang ada sekarang ini. Contohnya methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), vancomycin-resistant enterococci (VRE), dan Klebsiella pneumoniae yang menghasilkan extended-spectrum betalactamase (ESBL). Jika hal ini terus berlanjut, maka AB tidak lagi memberi efek antibakteri yang optimal, sehingga tidak lama lagi banyak penyakit infeksi yang tidak dapat disembuhkan.

Kebayang kan kalau sedari kecil sudah kenyang AB, makin dewasa dosis makin meningkat, dan jenis juga makin kompleks karena bakteri di lingkungan orang tersebut sudah bermutasi sehingga AB yang simpel sudah ngga mempan. Pada titik tertentu, sudah tidak ada lagi obat yang bisa diminum.
Tidak hanya bakteri di tubuh orang tersebut yang bermutasi, tapi lingkungan sekitarnya juga terpengaruh. Jadi misalnya di TK anak kita ada anak yang tiap sakit sedikit minum AB, maka anak kita pun ikut susah payah bertahan dari bakteri yang sudah termutasi. Untungnya kalau anak terlatih untuk bertahan melawan penyakit dengan semakin sedikit intervensi obat (baik AB maupun sekedar penurun demam), makin lama daya tahannya juga makin bagus. Ini berlaku untuk orang dewasa juga. Disini ada sedikit cerita tentang “melatih daya tahan tubuh” di paragraf 4.
Baru-baru ini keprihatinan akan meluasnya penggunaan AB yang tidak tepat mulai banyak disuarakan. Dari WHO sampai ke Kementerian Kesehatan RI. Penggunaan AB mulai diatur tatalaksananya. Melalui sosialisasi dari Dirjen BINA KEFARMASIAN & ALAT KESEHATAN, Menteri Kesehatan menetapkan:
Penggunaan AB Secara Bijak (Prudent Use of Antibiotic)
  • Tepat Indikasi
  • Tepat Penderita
  • Tepat Obat
  • Tepat Dosis – Lama Pemberian Obat
  • Waspada Efek Samping
  • Pemberian Informasi yang Jelas
  • Evaluasi
Memang tidak tepat jika kita sama sekali menolak menggunakan AB, karena jenis-jenis penyakit tertentu memang obatnya harus AB. Misalnya infeksi saluran kemih, infeksi telinga, pneumonia, TBC, dll. Tapi pastikan terlebih dahulu diagnosanya, pastikan penyakitnya baru meresepkan AB. Jangan sampai pasien belum jelas sakitnya apa penyebabnya apa sudah harus minum AB. Pasien juga harus tanggap dan kritis. Bila tahu-tahu diresepkan AB sementara diagnosa masih belum jelas, mintalah rujukan untuk melakukan tes laboratorium supaya jelas sakitnya dan penyebabnya apa. Karena dari situ baru bisa ditentukan jenis AB yang mana yang diperlukan.
Pada kasus tertentu AB berlaku sebagai profilaksis, yaitu “tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit”. Ini umumnya digunakan pada persiapan pra-operasi dengan resiko infeksi yang tinggi termasuk operasi gigi.
Rekomendasi dosis untuk profilaksis pembedahan bervariasi. Awalnya, antibiotik profilaksis diberikan kepada pasien sudah akan masuk ruang bedah, dan dilanjutkan selama 48 jam setelah pembedahan. Riset terkini memberikan indikasi bahwa dosis tunggal AB yang diberikan segera sebelum pembedahan dimulai sama efektifnya dalam mencegah infeksi, namun disisi lain, masa konsumsi yang dipersingkat ini mengurangi resiko resistensi.
Selain dari kasus diatas, AB seharusnya hanya diberikan jika telah diketahui penyebab penyakit, atau setidaknya ada gejala-gejala klinis yang jelas sebagai indikasi kuat terjadinya infeksi.

The first rule of antibiotics is try not to use them, and the second rule is try not to use too many of them.
—Paul L. Marino, The ICU Book
 
sumber : SINI